Terdiam aku tertunduk lesu
Mendengar semua kata-kata darimu
Nada ucapannya yang terdengar lemah
Sangat lemah akibat usianya yang tak muda lagi
Terlebih karena ulah glukosa yang meningkat
Seuntai kalimat yang sebenarnya nasihat
Begitu lembutnya membelai telingaku
Hingga masuk ke otakku
Lalu sampai di relung hatiku
Semuanya menjadi satu dipikiranku
Melihat dirimu terbaring
Hatiku remuk hancur
Aku mengangkat dagu
Memalingkan wajahku
Melihat langit-langit
Aku takut
Aku takut jika bola mataku mendapati dirinya
Kristal air yang aku tahan bisa keluar dari pelupuk mataku
Lalu dengan seenaknya berlarian dipipiku
Maaf
Maaf yang tak pernah sanggup ku ucapkan
Karena ku rasa seberapa banyak pun tak akan pernah cukup
Aku berdiri mencoba menatapnya sekejap mata
Berbalik badan lalu berjalan
Seperti berbisik aku mengatakan "Aku menyayangimu.....Ayah."
dan, air mataku pun terjatuh dengan bebas.